8 Juni 2022
Laporan : Casper
Editor : PO
Media Dilarang Meliput Acara Pelantikan Maimul Mahdi Sebagai Ketua DPR Kota Langsa Baru. Ketua PWRI : ” Ada Apa.?

Kota Langsa (ANN) | Penolakan sejumlah wartawan dari berbagai media yang dilakukan oleh pihak keamanan panitia pelaksana acara pelantikan Maimul Majdi S.Sos sebagai ketua DPRK Langsa yang baru periode 2019-2024 secara Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah sesuatu yang misteri dan menimbulkan tanda tanya.
Hal ini jelas menimbulkan rasa kecewa para penggiat media yang ingin meliput “run down” acara pelantikan tersebut secara bebas dan terbuka dalam kehadapan publik karena sudah semestinya tugas para jurnalis menyampaikan sesuatu berita sebagai sarana informasi kepada masyarakat pada acara pelantikan tersebut, Rabu (8/06/2022).

Terkait dalam kasus ini Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Aceh, Oestman As Syeikh SE, mengutuk keras terhadap sikap pembodohan publik yang dilakukan oleh oknum oknum tertentu yang bersarang dalam tubuh panitia pelantikan ketua DPRK Langsa tersebut.
Oestman juga berkata ” Siapapun dia apabila dengan sengaja menhalang tugas tugas kejurnalistikan dalam menggali informasi dan peristiwa jelas dapat dipidanakan karena sudah diatur dan tertuang dalam UU Pers No 40, tahun 1999.” Pungkasnya.
” Adalah sesuatu yang menyedihkan bagi mereka yang belum memahami rantai kemitraan yang sejajar itu terdapat dalam empat pilar yang menunjang pembangunan daerah dan negara baik Executive, Yudicative dan Legeslative serta Media bekerja mengikut poros dan Tupoksinya masing masing.” Pungkas Pak Oes.
” Alangkah mirisnya lagi kegiatan itu dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan panitia pelantikan ketua DPRK, karena nantinya dikhawatirkan akan menggeruskan kepercayaan publik atau masyarakat kepada ketua DPRK yang telah dilantik yang memang benar benar berjanji dengan sebaik baiknya serta sunguh sungguh semata mata hanya untuk rakyat. ” Jelas Oestman yang juga Pimpinan Redaksi media.
Pada konfirmasi Oestman As Syeikh yang sedang tugas diluar provinsi kepada media ini bahwa Ketua PWRI Aceh itu telah coba menghubungi Samsul Bahri selaku Sekwan Kota Langsa untuk menanyakan kesahihan kejadian tersebut meskipun ketua PWRI itu telah mengetahui dari teman teman berbagai media namun hingga berita ini dipublikasikan indormasi tersebut belum dijawab oleh Sekwan bersangkutan. ” Sebenarnya saya sudah tahu dari teman teman media dan membaca berita tersebut dibeberapa media online.” Katanya.
Ketua PWRI Aceh yang ditugaskan oleh DPP PWRI sebagai Formatur Percepatan Pembentukan dan Pengembangan PWRI di NTB dan Bali itu sangat berharap agar kita dapat saling menjalankan tugas dengan baik serta menjaga hubungan kemitraan dengan penuh kekeluargaan dan harmonis sehingga tidak perlu ada dusta antara kita, baik dengan TNI, POLRI, Executive dan Legeslative, ayuh kita berganding bahu dalam membangun negara khususnya Aceh tercinta ini menuju daerah yang Thayibatun Warabbul ghafuur.’ Tutup Oestman. (Csp/red)











