Ahmad Husni S.H.

Foto. Ahmad Husni S.H Ketua FPP NTB
Mataram _Belakangan, Ketua DPW PPP NTB H. Munzihir disebut arogan dan otoriter karena menegaskan perlunya kader yang loyal dan satu komando di bawah kepemimpinan Mardiono. Tuduhan itu jelas tidak berdasar. Yang dilakukan H. Munzihir bukan bentuk arogansi, melainkan ekspresi dari kepemimpinan yang tegas dan berorientasi pada kemenangan partai di Pemilu 2029.
Dalam politik, soliditas adalah kunci utama. Tanpa loyalitas dan kesamaan arah, partai hanya akan menjadi kapal tanpa nakhoda. H. Munzihir sadar, PPP tidak boleh lagi menjadi partai yang sibuk berdebat di dalam tetapi lemah di luar. Karena itu, ia menuntut disiplin, kesetiaan, dan keteguhan dalam menjalankan garis partai.
Mereka yang menuduhnya otoriter tampaknya lupa bahwa ketegasan berbeda dari kesewenang-wenangan. *H. Munzihir tidak sedang menyingkirkan kader, ia sedang menata barisan.* Kader yang benar-benar berkomitmen tentu tidak akan merasa terancam oleh ajakan untuk solid.
Faktanya, di bawah kepemimpinan H. Munzihir, PPP NTB tumbuh menjadi partai yang semakin diperhitungkan. Struktur menguat, kader muda mulai aktif, dan kepercayaan publik meningkat.
Front Pemuda Progresif NTB (FPP NTB) berdiri teguh mendukung H. Munzihir menahkodai PPP ke depan. Karena kami percaya, partai tidak akan besar dengan toleransi pada sikap abu-abu, tetapi dengan kepemimpinan yang jelas arah dan tujuannya.
Ketegasan bukanlah arogansi. Ia adalah fondasi dari kemenangan. Dan bagi PPP, langkah H. Munzihir hari ini adalah investasi bagi kebangkitan partai di masa depan.











