Laporan : Al Azmie
Editor : PO
Sultan Peureulak ke-37 Hadiri Pembukaan Muzakarah Ulama Sufi Internasional di Banda Aceh

BANDA ACEH.ANN – Sultan Peureulak ke-37, Sultan Dr. Teuku Muhammad Nurdin, M.Ei. (Tgk. Popon), menghadiri pembukaan Muzakarah Ulama Sufi Internasional yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026, di Gedung PKA, kawasan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Kegiatan yang digagas oleh Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) tersebut turut dihadiri oleh Raja Meureuhom Daya, Sultan Teuku Raja Saifullah, serta sejumlah ulama dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Palestina, Maroko, dan Thailand, turki, mesir, dan beberapa perwakilan negara eropa.
Selain dihadiri para ulama internasional, kegiatan ini juga diikuti oleh jamaah MPTT-I dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah tokoh dan tamu undangan.

Pembukaan Muzakarah Ulama Sufi Internasional dilakukan oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, M. Taufiq, M.Si. Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan ulama dan tokoh keagamaan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat kajian keislaman, khususnya dalam bidang tauhid dan tasawuf.
Dalam rangkaian acara pembukaan, Ketua Umum MPTT-I menyampaikan sambutan mengenai pelaksanaan muzakarah dan pentingnya penguatan nilai-nilai tauhid serta tasawuf dalam kehidupan umat Islam.

Selanjutnya, agenda diisi dengan penyampaian Khitah Fiqih oleh Abuya Amran Waly Al-Khalidi, yang juga dikenal sebagai Wali Agama Aceh. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan kehadiran para ulama, jamaah, serta undangan dari berbagai daerah dan negara.
Kehadiran Sultan Dr. Teuku Muhammad Nurdin, M.Ei. (Tgk. Popon), selaku Sultan Peureulak ke-37, bersama Raja Meureuhom Daya, Sultan Teuku Raja Saifullah, turut menambah keberagaman unsur tokoh adat dan keagamaan yang menghadiri kegiatan tersebut.
Partisipasi kedua tokoh tersebut menjadi bagian dari kehadiran unsur kesultanan Aceh dalam forum keagamaan internasional yang mempertemukan ulama dan umat Islam lintas negara. Forum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan persaudaraan, bertukar pandangan, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam melalui kajian tauhid dan tasawuf.
Rangkaian acara pembukaan kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama yang diikuti para ulama, jamaah, serta seluruh tamu undangan. Suasana khidmat tersebut menjadi penutup kegiatan pembukaan Muzakarah Ulama Sufi Internasional di Banda Aceh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antara ulama, tokoh adat, dan umat Islam semakin erat serta nilai-nilai spiritual dan keagamaan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.(AA)
