Picture:
Laporan: PO
Sumber : www.kabarbireuen.com
Desak Presiden Prabowo Segera Tetapkan Banjir-Longsor Aceh – Sumatra Sebagai Bencana Nasional

Langsa.ANN | Wakil Ketua II DPRK Bireuen, Muslem Abdullah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan banjir-longsor Sumatra sebagai bencana nasional.
Kerusakan akibat banjir dan longsor di Sumatra khususnya Aceh lebih dahsyat dibandingkan tsunami Aceh 2004 silam. Hanya korban meninggal yang lebih sedikit,” sebutnya.
“Bukan hanya jembatan dan rumah warga yang hancur, tetapi fasilitas pendidikan dan sumber pencaharian masyarakat juga terimbas,” pungkas nya
Lanjutnya, diperkirakan ribuan hektar lahan sawah produktif di Kabupaten Bireuen rusak akibat tertimbun lumpur. Demikian juga dengan tambak.
Selain itu, usaha kecil menengah (UKM) tidak sedikit yang terdampak. “Banyak usaha kecil yang rusak dihantam banjir. Petani juga banyak hilang mata pencaharian,” katanya
Pada kesempatan itu, mantan kombatan GAM ini juga mempertanyakan nasib pendidikan anak-anak di Aceh jika sekolah tidak segera dibersihkan atau diperbaiki.
“Berapa banyak sekolah yang hancur akibat bencana banjir. Ini harus jelas, kapan dibangun kembali sekolah yang rusak,” kata Muslem menyoal.
Lalu, bukan hanya gedung sekolah yang rusak, tetapi semua fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar diperkirakan turut hancur.
“Laporan yang saya terima, di Kabupaten Bireuen lebih 200 sekolah terdampak. Bukan hanya gedung rusak, tetapi mobiller dan peralatan pendukung belajar ikut rusak,” ujarnya lagi.
Untuk itu, ia mendesak Presiden Prabowo segera menetapkan status bencana nasional untuk banjir-longsor Sumatra.
Jika Pemerintah Pusat abai, tukasnya, bukan tidak mungkin gejolak baru akan timbul di Aceh.
“Sudah sepatutnya, Pemerintah Pusat bersikap untuk bencana Sumatra. Jangan sampai rakyat Aceh ‘bangkit melawan’ pusat lagi,” pungkasnya (**)
Sumber : https://kabarbireuen.com/wakil-ketua-dprk-bireuen-desak-presiden-prabowo-segera-tetapkan-banjir-longsor-sumatra-sebagai-bencana-nasional/











