28/Mei/2026
Laporan: ABR

MATARAM – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mbojo (APMM) Mataram menyatakan sikap tegas akan segera menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran dalam waktu dekat. Pergerakan ini ditujukan guna mendesak Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB agar segera mengaudit secara menyeluruh proyek pembangunan jaringan irigasi Embung Oi Toi.
Koordinator Aliansi Akbar, dalam pernyataan resminya, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas dugaan adanya ketidakberesan dan indikasi kerugian negara dalam pelaksanaan proyek fisik tersebut.
Soroti Kualitas Fisik dan Transparansi Anggaran
Menurut APMM Mataram, hasil pemantauan dan laporan di lapangan menunjukkan adanya indikasi pengerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (spek) yang telah ditentukan.
Pihak aliansi menilai, infrastruktur irigasi yang seharusnya menunjang sektor pertanian masyarakat tersebut justru berpotensi gagal fungsi jika tidak segera ditangani.
”Kami melihat ada kejanggalan yang cukup signifikan, mulai pengerjaan bermasalah, madek melewati hari kalender, tergenang lumpur, hapir bisa dipastikan tidak bisa dimanfaatkan, sebagian belum finising dan pengerjaan mulai awal November 2025 belum selesai 100℅ Porsen dari kualitas material hingga realisasi fisik di lapangan. Proyek yang menelan anggaran tidak sedikit ini seharusnya memberikan asas manfaat yang panjang bagi masyarakat, bukan justru terkesan asal-asalan,” ujar Akbar, dihadapan awak media. 28/Mei/2026
Tiga Tuntutan Utama Aliansi
Dalam rencana aksinya nanti, APMM Mataram akan membawa tiga poin tuntutan krusial yang ditujukan kepada dua lembaga berwenang:
Desak BWS NT I Turun Lapangan: Meminta pihak BWS NT I selaku pemegang otoritas wilayah sungai untuk segera melakukan evaluasi teknis dan mengaudit fisik proyek irigasi Embung Oi Toi.
Mendorong Kejati NTB Selidiki Aliran Dana: Mendesak Kejaksaan Tinggi NTB untuk mulai mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi atau penyelewengan anggaran pada proyek tersebut.
Meminta Kepada Direktur PT. NINDIYA KARYA transparansi dokumen pengerjaan dan anggaran rehabilitasi jaringan irigasi Embu Oi Toi Kabupaten Bima ke publik
APMM Berkomitmen Kawal Kasus Hingga Tuntas
Pihak aliansi menegaskan bahwa rencana aksi unjuk rasa ini sudah dalam tahap konsolidasi matang. Mereka memastikan massa mendatangi kantor BWS NT I dan Kejati NTB demi menyampaikan aspirasi secara langsung dan melaporkan secara resmi Direktur PT. NINDYA KARYA ke Kejati NTB agar tidak ada ruang bagi oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi dari proyek strategis masyarakat tersebut.”tutur akbar.
”Surat pemberitahuan aksi sedang kami persiapkan. Kami pastikan pemuda dan mahasiswa Mbojo Mataram akan mengawal persoalan ini sampai tuntas hingga ada transparansi dan penegakan hukum yang jelas,” pungkasnya.
(***)002











