Laporan : ABR

MATARAM,ANN., Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Mbojo Mataram (APMM-MATARAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan kantor operasional PT Nindya Karya.(5/6/2026) Massa aksi mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit investigatif menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi jaringan irigasi di wilayah NTB.
Massa yang mendatangi gedung Kejati NTB membawa sejumlah atribut demonstrasi dan secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menilai adanya indikasi ketidakberesan dalam pelaksanaan proyek vital yang menyangkut hajat hidup para petani tersebut.
Desak Kejati Segera Turun Tangan
Koordinator Lapangan Andri (Korlap) aksi dalam orasinya menyatakan bahwa proyek rehabilitasi jaringan irigasi NTB yang menelan anggaran besar yaitu : Rp. 54.022.634.218.00 (Lima Puluh Emap Milyar, Dua Puluh Dua Juta, Enam Ratus Tiga Puluh Empat Ribu) seharusnya menjadi solusi bagi sektor pertanian, bukan justru menyisakan tanda tanya terkait kualitas dan anggarannya.
“Kami meminta dengan tegas kepada Kepala Kejaksaan Tinggi NTB untuk tidak tinggal diam. Segera bentuk tim khusus dan lakukan audit forensik serta investigasi menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi irigasi ini. Jangan sampai ada hak-hak masyarakat tani yang dikorbankan,” ujarnya Andri di sela-sela aksi.
APMM-Mataram juga menyerahkan berkas tuntutan dan laporan awal yang mereka himpun sebagai bahan pertimbangan bagi pihak Kejaksaan untuk memulai penyelidikan. Pihak Kejati NTB yang menerima massa aksi menyatakan akan menampung aspirasi tersebut dan mempelajarinya sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Geruduk PT Nindya Karya

Setelah melakukan aksi di Kejati, massa bergerak menuju kantor perwakilan PT Nindya Karya selaku pihak kontraktor pelaksana proyek. Di lokasi ini, ketegangan sempat terjadi saat massa menuntut pihak manajemen perusahaan untuk keluar dan memberikan penjelasan transparan mengenai progres dan spesifikasi pengerjaan proyek namun tanggapan pihak PT. Nindiya Karya kantor ini sudah tidak aktif sejak tahun 2020, menurut massa aksi jawaban tersebut merupakan jawaban tidak logis kok bisa Perusahan kontruksi yang tidak aktif mendapatkan tender proyek. “Ujar Andri 5/6/2026
APMM-MATARAM menilai PT Nindya Karya harus bertanggung jawab penuh sebagai pelaksana lapangan agar proyek irigasi tersebut memiliki asas manfaat yang jangka panjang dan sesuai dengan anggaran yang dikucurkan negara.
Poin-Poin Tuntutan APMM-MATARAM:
Audit Menyeluruh: Mendesak Kejati NTB mengaudit total anggaran dan realisasi fisik proyek rehabilitasi jaringan irigasi NTB.
Transparansi Publik: Menuntut PT Nindya Karya membuka data progres pengerjaan secara transparan kepada masyarakat.
Tindak Tegas Indikasi KKN: Meminta penegak hukum menindak tegas jika ditemukan adanya dugaan tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam proyek tersebut.
Aksi unjuk rasa tersebut berjalan dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Massa APMM-MATARAM mengancam akan kembali menggelar aksi dengan gelombang massa yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk mengaudit proyek tersebut tidak segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat dan mereka akan laporkan secara resmi PT. Nindiya Karya hari senin depan ke kejati. “Tutup nya











