27 September 2024
Laporan: Sultan
Editor: Fauzi
Ketua TBM RB Saleum Cahaya Dan Penulis Buku Paya Nie Diundang Talk Show Radio Cempala Kuneng

Aceh Timur (ANN) – Ketua TBM Rumah Baca Saleum Cahaya bersama penulis buku Paya Nie mendatangi radio cempala kuneng di belakang lapangan upacara kabupaten Aceh Timur kamis 26/09/24.
Radio cempala kuneng, satu satunya radio di Aceh Timur mengundang ketua Taman baca masyarakat (TBM) Rumah Baca (RB) Saleum Cahaya untuk mengisi acara talk show.
Acara disiarkan radio cempala kuneng sekitar jam tiga sore, dan dipandu oleh penyiar radio sir febri Taksa Elnanda dengan mengikutsertakan Ita Khairani selaku ketua TBM Rumah Baca Saleum Cahaya bersama Ida Fitri, penulis buku novel Paya Nie.

Penyiar menyapa pendengar, dan Ita Khairani tentang TBM RB Saleum Cahaya, Ita menceritakan sedikit tentang sebuah wadah taman baca masyarakat berinisiasi menjadi media baca anak anak, membuat pustaka kecil dengan buku bacaan anak dan mengajak teman – temannya untuk membaca dirumah, dengan nama taman baca ceria.
Taman baca ceria dibentuk karena pengunjungnya anak – anak dan murid bu Ita yang miliki minat baca, tapi kemudian di ganti nama menjadi Rumah Baca Saleum Cahaya, kemudian sempat turun papan nama, lanjut ita
TBM Rumah Baca Saleum Cahaya aktif kembali di bulan agustus dan dikelola oleh Hasnah.
Sedikit demi sedikit beranjak dengan beberapa kegiatan, seperti bedah buku yang akan dilaksanakan besok siang di Dubai coffee samping The Royal Hotel.
Tahun ini TBM Saleum Cahaya melakukan kerjasama dengan Balai Bahasa, Badan Bahasa di jakarta, dan juga mendapatkan 1000 bantuan buku dari perpusnas, dengan buku itu Rumah Baca Saleum Cahaya dapat menarik minat baca anak – anak sekolah yang berada disekitar. tambah ita

Mereka hampir setiap hari berkeinginan meminjam buku untuk dibaca dirumah dan membaca di TBM Rumah Baca Saleum Cahaya.
Kemudian Febri menanyakan kenapa, ngapain berinisiasi, capek capek mendirikan Rumah Baca Saleum Cahaya, kenapa, why?
Ita menjawab “saya ada sebuah kepuasan batin, seperti dalam kegiatan kemarin, kami adakan lokakarya perempuan yang diberikan materi oleh psikolog, ibu ibu yang mengikuti merasa seperti ikut konseling yang jarang sekali ada disini.”
Saya senang ketika melihat anak – anak rajin membaca, sehingga mereka banyak tau dari buku yang dibacanya.
Selanjutnya Febri, penyiar menyapa penulis buku Paya Nie yang akan dibedah Jum’at jam dua siang di Dubai coffee, Ida Fitri pegawai dinas kesehatan kabupaten Aceh Timur yang tinggal di komplek dinkes.
Ida Fitri berharap kedepannya akan banyak penulis di Aceh Timur, agar pembaca yang dari luar Aceh tidak hanya melihat Aceh itu dari pikiran Ida Fitri saja, akan lebih banyak sumber serta ceritanya.











