Laporan: Rayan
Pantauan Satelit BMKG Temukan Hotspot di Wilayah Aceh Timur

Aceh Timur (ANN) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh melaporkan terdeteksinya satu titik panas (hotspot) di wilayah pemantauannya. Berdasarkan hasil analisis data satelit, titik panas tersebut berada di Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur.
Deteksi dilakukan melalui pemantauan rutin menggunakan satelit Terra dan Aqua (sensor MODIS), serta satelit Suomi NPP dan NOAA-20 dengan sensor VIIRS (Visible Infrared Imaging Radiometer Suite). Sistem ini merupakan bagian dari mekanisme pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digunakan secara nasional untuk mengidentifikasi anomali suhu permukaan yang berpotensi mengindikasikan kejadian kebakaran.
Prakirawan BMKG Malikussaleh, Attiya, menyampaikan bahwa hotspot tersebut teridentifikasi pada koordinat 97,63 derajat bujur timur dan 4,7 derajat lintang utara.
“Satu titik panas terpantau di wilayah Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur,” ujar Attiya, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa kemunculan titik panas belum tentu secara langsung menunjukkan adanya kebakaran besar, namun menjadi indikator awal yang perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak terkait seperti BPBD, TNI/Polri, serta aparat kecamatan dan desa sangat penting untuk melakukan pengecekan lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Kondisi cuaca yang relatif panas, disertai kelembapan udara yang dapat menurun pada siang hari, berpotensi mempercepat penyebaran api apabila terjadi pembakaran terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area kering. Jika memang terpaksa melakukan pembakaran untuk keperluan tertentu, harus dipastikan dalam pengawasan ketat dan dipadamkan hingga benar-benar tidak menyisakan bara,” kata Attiya.
Wilayah kerja BMKG Malikussaleh sendiri meliputi enam kabupaten/kota, yakni Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Bener Meriah. Pemantauan cuaca dan potensi kebakaran dilakukan secara berkala sebagai bagian dari sistem peringatan dini untuk meminimalkan risiko bencana.
Berdasarkan prakiraan cuaca umum, suhu udara di wilayah tersebut berkisar antara 15 hingga 31 derajat Celsius. Sementara itu, tinggi gelombang laut diperkirakan berada pada rentang 0,2 hingga 1,0 meter, yang masih tergolong relatif rendah hingga sedang untuk aktivitas pelayaran skala kecil, dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca harian.
BMKG menegaskan bahwa informasi titik panas bersumber dari pengolahan data satelit yang diperbarui secara periodik dan dapat berubah sesuai kondisi atmosfer. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada periode cuaca panas dan minim curah hujan. (Ray)











