Laporan: Rayan
BMKG Peringatkan Potensi Kekeringan di Aceh Timur dan Aceh Utara

Aceh Timur (ANN) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Aceh pada Dasarian II April 2026.
Dalam keterangan resminya tertanggal 10 April 2026, Kepala Balai Besar Wilayah I BMKG, Hendro Nugroho, menyebutkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh mulai masuknya musim kemarau di beberapa zona wilayah Aceh. Dua daerah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi adalah Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara.
Menurut BMKG, kekeringan meteorologis merupakan kondisi berkurangnya curah hujan secara signifikan dalam periode tertentu, sehingga berpotensi memengaruhi ketersediaan air di permukaan maupun sektor-sektor yang bergantung pada hujan, seperti pertanian dan perkebunan.
“Kiranya informasi ini bisa dijadikan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan dari kedua kondisi tersebut,” ujar Hendro dalam surat resminya.
BMKG menjelaskan bahwa peralihan menuju musim kemarau ditandai dengan menurunnya intensitas hujan serta meningkatnya suhu udara di beberapa wilayah. Kondisi cuaca yang cenderung kering ini berpotensi memicu berbagai dampak lanjutan, termasuk kekurangan air bersih dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Seiring dengan hal tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan sejak dini. Upaya mitigasi dinilai penting untuk meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain melakukan pengelolaan sumber daya air secara lebih efektif, menjaga ketersediaan cadangan air, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di lahan terbuka.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat kondisi cuaca kering dapat mempercepat penyebaran api.
BMKG menegaskan bahwa pemantauan kondisi cuaca dan iklim akan terus dilakukan secara berkala, dan informasi terbaru akan disampaikan kepada publik sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan seluruh pihak dapat mengambil langkah antisipatif guna mengurangi risiko kerugian, baik di sektor lingkungan, ekonomi, maupun kehidupan masyarakat secara umum. (Ray)











