Foto : Abu Muda Woyla, Syeikh H. Muhammad Nasir Al Hasany ( Cucu Abu Ibrahim Woyla)
9, September 2024
Interview: S. Oestman As Syeikh (Ketua DPD PWRI Aceh)
Editor : PO
Sudut Pandang Abu Muda Woyla Terhadap Sosok Seorang Sayid Machdum Madjid Al Idrus (Walid)

Langsa.ANN | Momen pertemuan Pimpinan Media ANN dengan Syekh H. Muhammad Nasir Al Hasany ( Abu Muda Woyla) dalam kunjungan beliau ke langsa merupakan pertemuan yang dinanti nantikan oleh setiap masyarakat muslim di Aceh, terlebih lagi saat beliau berkunjung ke Langsa.
Pasti mayoritas masyarakat Aceh sangat mengenal dengan seorang bernama Tgk. Abu Ibrahim Woyla, beliau adalah ulama sufi kharismatik Aceh yang berasal dari Desa Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Aceh Barat yang diyakini mendapat Qaramah dari Allah SWT.
Media ANN menganggap pertemuan tersebut adalah sebuah Kesempatan emas disaat beliau bersedia untuk diwawancarai terkait dalam beberapa hal baik dalam aspek sosial budaya, politik dan ekonomi.
Berikut wawancara pihak media ANN dengan cucu Abu Ibrahim Woyla yakni Abu Muda Woyla.
ANN ” Assalamualaikum Abu Muda. Apa kabar Abu.?
Abu Muda ” Wa’alaikumsalam Warah matullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah sehat.
ANN ” Sebenarnya kami ada banyak pertanyaan dari kami untuk mendapat pandangan Abu dalam beberapa aspek baik sosial, budaya, ekonomi dan politik namun untuk tidak menyita waktu Abu maka kami lebih memilih politik pada sesi pertemuan ini.
” Apa pandangan Abu terkait corak perpolitikan khususnya di Aceh.
Abu Muda ” Terus terang corak dan gaya perpolikan di Aceh sekarang sangat memperihatinkan, khususnya sekarang ini banyak calon yang bermain secara kotor atau disebut black campaign dengan cara politik uang (black campaign) dan itu bukan hanya dilakukan di pusat oleh oknum partai tertentu bahkan gaya dan cara tersebut juga sudah marak dilakukan di Aceh dan jika cara ini berlanjut maka Aceh lambat Laun akan Allah turunkan ‘azab dengan cara dan keinginan Nya yang kita tidak ketahui.

ANN ” Bolehkah Abu beri sedikit bentuk black campaign yang Abu maksud dan apa efek dari perbuatan itu.?
Abu Muda ” Jelas bahwa sekarang ini kita melihat secara jelas maksud dan tujuan pemberian uang oleh pihak oknum calon tertentu yang memberikan sejumlah uang oleh oknum calon tertentu kepada masyarakat yang sedang terdesak meskipun jumlah tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhan mereka selama lima tahun namun itu adalah yang diharapkan oleh para calon yang durjana yang terang terangan merasuah atau menyuap rakyat untuk memilih dari dan pasangan nya.
Tentu saja hal ini akan berefek pada kualitas kemampuan kinerja mereka disaat mereka duduk di singgasana pemerintahan, mereka akan memimpin dengan kebodohan dan ketidak mampuan mereka dalam mengelola daerah atau bahkan negara karena mereka bukan terpilih atas dasar kepatutan, kemampuan dan penuh perhitungan secara Proper Test akan tetapi mereka memimpin dengan cara menyuap atau kata lain membeli suara rakyat.
ANN ” Melihat dari gaya dan cara perpolitikan di Aceh sekarang ini apa nasehat Abu Muda terhadap masyarakat dalam memilih pemimpin.?
ABU Muda ” Pilih Mereka (calon pemimpin) yang takut kepada Allah SWT, yang tahu akan dosa jika menyuap atau rasuah dengan sejumlah uang untuk membeli suara rakyat. Pilih mereka yang bukan hanya tenar dengan nama besar keluarganya, orang yang dikenal karena ketokohan nya saja, akan tetapi pilihlah mereka yang benar masuk dalam kriteria syari’at Islam, memahami tata kelola daerah, memahami birokrasi dan kearifan lokal serta memiliki rasa integritas yang tinggi dengan menghormati dan menghargai sesama secara menyeluruh. Insyaallah Allah Ridha dan Aceh pasti jaya.
Dikarenakan momentum sekarang adalah sedang marak dan hangatnya keikutsertaan masyarakat dalam kancah politik baik personil dalam kepengurusan partai hingga individu secara pribadi turut serta dalam memberi dukungan terhadap pasangan tertentu di arena Pilkada yang tidak lama lagi akan diselenggarakan oleh KIP media ANN berkesempatan menanyai terkait keikutsertaan Sayid Machdum atau masyarakat Langsa memanggil dengan sebutan Walid dikancah Pilkada.
ANN ” Sekarang hari Minggu 8 September 2024 Abu berkunjung ke Langsa, boleh Abu beri pandangan terhadap seorang Sayid Machdum.?
Sontak pertanyaan tersebut membuat Abu Muda terlihat terbata bata dalam mengeluarkan perkataan demi perkataan serta bola mata beliau terlihat berkaca kaca seolah berekspresi jiwa seorang ‘Ulama muda yang sedang terharu.
Abu Muda ” MasyaAllah, Tabaraqallah.. justru saya kemari bukan karena apa apa bahkan saya berkunjung ke Langsa semata mata untuk memberi dukungan baik secara moral maupun spiritual karena meskipun Sayid Machdum (Walid) tinggal di Langsa namun kami para kalangan ulama sangat mengenal Walid bukan karena pernah menjadi orang penting di pemerintahan kota Langsa namun Walid adalah sosok yang dekat dengan kami para ulama serta sentiasa menerima semua masukan dan pandangan kami para ulama.
Oleh karena itu saya berharap masyarakat kota Langsa dapat memilih sosok yang bukan hanya pintar serta memiliki pengalaman yang berkemampuan dalam mengelola daerah akan tetapi pilih juga mereka yang mau mendengar masukan serta nasehat para ulama seperti sosok seorang Sayid Machdum Madjid Al Idrus ini . Tutup nya.
ANN ” Terimakasih Abu atas kesediaan Abu memberi waktu untuk kami wawancarai. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Abu Muda ” Sama sama. Wa’alaikumsalam Warah matullahi Wabarakatuh.
Wawancara Othman Bin Syiech dengan Syeikh H. Muhammad Nasir Al Hasany (Abu Muda Woyla) pada Minggu 8/9/24











