Oplus_131072
Laporan: Bustami
“Festival Bunin 2025: Harmoni Budaya dan Alam Kembali Menggema di Kabupaten Aceh Timur”.

Aceh Timur.ANN | Festival Bunin 2025 kembali diselenggarakan di Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, acara yang dimulai pada tanggal 22 sampai dengan 24 April 2025. Acara ini menjadi perhelatan tahunan yang terus berlanjut sejak pertama kali digelar pada tahun 2018 lalu dan telah menjadi agenda tahunan yang penting, menggabungkan pelestarian budaya lokal dengan kampanye perlindungan lingkungan.
Festival ini dibuka dengan prosesi adat Pemulia Raja untuk menyambut para tamu kehormatan, termasuk Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, yang hadir bersama istri. Mereka mengenakan pakaian adat Gayo Lokop, sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal.
Rangkaian acara mencakup pertunjukan seni tradisional, seperti Tari Saman versi Lokop, penampilan grup musik lokal Maimunzir, serta pembacaan puisi oleh sastrawan Aceh, Fikar Weda, yang membawakan karya-karya berjudul Batu dan Kopi.
Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Festival Bunin 2025 juga mengangkat isu perlindungan lingkungan, mengingat Gampong Bunin berada di wilayah penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, salah satu kawasan hutan tropis terpenting di Asia Tenggara. Berbagai kampanye edukatif tentang konservasi hutan turut serta digelar selama festival berlangsung.
Pemerintah daerah melalui Bupati Al-Farlaky kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan wisata berbasis kearifan lokal dan kelestarian alam di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Festival Bunin 2025 diperkirakan akan menarik perhatian tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari para pecinta budaya dan lingkungan di seluruh Aceh.
Ketua panitia pelaksana (Mustakirun) mengatakan, bahwa Festival Bunin merupakan contoh sinergi antara pelestarian budaya dan lingkungan, menjadikannya acara yang dinantikan setiap tahunnya oleh masyarakat. Masih menurutnya, Sejak 2018. Gampong Bunin di dampingi oleh Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) Aceh yang merupakan sebuah organisasi masyarakat sipil terfokus pada kegaiatan advokasi, pemantauan, dan pengorganisasian masyarakat di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) untuk perlindungan hutan. Kegiatan ini juga menjadi ajang kampanye perlindungan hutan, mengingat Gampong Bunin berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser yang kaya akan keanekaragaman hayati, ujarnya.
Sementara itu, Camat Kecamatan Serbajadi. Taufik Hidayat, ST menyampaikan terimakasih kepada Yayasan HakA yang telah memberikan pendampingan dan pengetahuan kepada masyarakat Gampong Bunin khususnya, tentang pentingnya menjaga keberlanjutan keaanekaragaman hayati yang ada serta terimakasih yang tak terhingga kepada Bapak Bupati Aceh Timur (Iskandar Usman Al Farlaky) yang telah berkenan hadir dan membuka kegiatan festival ini dan mengharapkan kepada masyarakat Gampong Bunin dan para pihak lainnya yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan ini, seraya menambahkan agar sudikiranya program seperti ini dapat ditularkan pada gampong-gampong lainnya dalam wilayah Kecamatan Serbajadi khususnya.
Lebih lanjut, Camat Serbajadi menyampaikan. Salah satu tujuan pelaksanaan kegiatan festival ini adalah diharapkan menjadi ruang ekspresi dalam merawat tradisi lokal berbasis penguatan adat dan budaya yang mengakar dalam masyarakat serta menjadi kebanggaan masyarakat Bunin dan sebagai media promosi dan kampanye potensi lokal Gampong Bunin yang diramu untuk menguatkan ekonomi lokal berbasis ekowisata Bunin, pungkasnya. (Btm)











