Laporan: Faisal
Julian Susanto, S.M. Resmi Pimpin LIRA Kota Langsa Periode 2026–2031

LANGSA,ANN | Jumat, 12 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) secara resmi memberikan kepercayaan kepada Julian Susanto, S.M. untuk memimpin LIRA Kota Langsa sebagai Wali Kota LIRA periode 2026–2031. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP LIRA Nomor 195/A/KPTS/DPP-LIRA/VI/2026 tertanggal 8 Juni 2026.
Penunjukan Julian Susanto menandai babak baru bagi eksistensi LIRA di Kota Langsa. Organisasi yang dikenal sebagai wadah kontrol sosial dan penyambung aspirasi masyarakat itu diharapkan kembali hadir secara aktif dalam mengawal pembangunan daerah serta memperjuangkan kepentingan rakyat.
Proses pembentukan kepengurusan LIRA Kota Langsa diawali dengan diterbitkannya Surat Mandat DPP LIRA Nomor 105/A/SM/DPP-LIRA/V/2026 tanggal 4 Mei 2026. Berbekal mandat tersebut, Julian bersama sejumlah tokoh dan aktivis melakukan musyawarah untuk menyusun struktur kepengurusan yang kemudian diajukan kepada DPP LIRA untuk memperoleh pengesahan.
Kehadiran kembali LIRA di Kota Langsa bukanlah hal baru. Organisasi ini sebelumnya pernah berkiprah di bawah kepemimpinan Cut Liem. Namun, dalam beberapa tahun terakhir kepengurusan tersebut telah dibekukan oleh DPP LIRA sehingga aktivitas organisasi tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.
Usai menerima amanah tersebut, Julian Susanto menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada Presiden LIRA, Andi Syafrani, atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin dan membesarkan organisasi di Kota Langsa.
“Kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi saya. Dengan dukungan seluruh pengurus, anggota, dan masyarakat, saya optimistis LIRA dapat berkembang menjadi organisasi yang kuat, independen, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Langsa,” ujar Julian.
Menurut Julian, LIRA harus menjadi organisasi yang menjaga marwah perjuangan rakyat dengan mengedepankan integritas, profesionalisme, serta keberanian dalam menyampaikan kritik yang konstruktif.
“Saya menekankan kepada seluruh pengurus LIRA Kota Langsa agar bersama-sama menjaga kehormatan organisasi. LIRA harus hadir untuk mengawal pembangunan daerah, mengawasi kebijakan publik, serta mencegah berbagai bentuk penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa LIRA akan tetap berpegang teguh pada prinsip demokrasi, transparansi, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat tanpa memandang kelompok maupun kepentingan tertentu.
“LIRA akan selalu menjunjung tinggi demokrasi. Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga integritas organisasi serta bergerak semata-mata demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Julian menegaskan bahwa kehadiran LIRA di Kota Langsa bukan untuk menjadi lawan pemerintah, melainkan sebagai mitra kritis yang siap memberikan masukan demi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
“LIRA siap menjadi sahabat dan mitra konstruktif bagi unsur eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Kami akan tetap kritis dan objektif, namun kritik yang kami sampaikan adalah kritik yang membangun. Jangan anggap kehadiran kami sebagai gangguan, tetapi jadikan kami mitra untuk tujuan yang baik demi kemajuan Kota Langsa dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Julian.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, LIRA Kota Langsa diharapkan mampu menjadi organisasi yang aktif, independen, dan responsif terhadap berbagai persoalan publik. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan sekaligus mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.,(Fsl)











