11/Desember/2023
Laporan : Mukmong
Jelang Pemilu 2024, Dukcapil Lotim Target Belum Maksimal

asianationnetwork.com | Lombok Timur – menjelang hari H Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 mendatang, sejumlah lembaga pemerintah terkait terus berupaya untuk memberikan sumbangansih tenaga dan pikiran demi kelancaran peroses pelaksanaannya, tak terkecuali oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur.
Dengan jumlah target 36 ribu pemilih pemula yang harus dibuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), kepala Dinas kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) Lotim, Satriadi, menyebutkan bahwa pihaknya melakukan peroses prekaman e-KTP enam (6) hari dalam seminggu.
“Jadi Senin sampai Sabtu itu, temen-temen ini, itu hanya istirahat hari Ahad saja” Satriadi kepada media, (Jum’at 08/12/2023)
Jadi dijelaskannya bahwa semua pihak di Dukcapil bergerak, baik yang berada di Unit Pelaksana Teknis (UPT) maupun Dukcapil sendiri, yang terus turun ke desa-desa dan sekolah-sekolah demi untuk melakukan prekaman E-KTP hingga tercapainya target yang sudah di tentukan.
Namun, dia akuinya bahwa kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya alat pengenal identitas seperti e-KTP tersebut, tetap menjadi hal pokok dalam mensukseskan kegiatan itu.
“Sebagai manapun kita turun di sekolah-sekolah, tapi kesadaran masyarakat kurang, tetap target kita selalu kurang” papar Satriadi
Lebih lanjut, Satriadi menjelaskan bahwa pada setiap akan ada prekaman, itu selalu di dahului dengan penyebaran informasi yang luas, baik ditingkat sekolah oleh guru kepada peserta didikmya maupun tingkat desa oleh kepala desa kepada warganya. Bahkan sebut dia, baik pihak sekolah maupun desa diberikan ruang untuk menentukan jadwal prekaman sendiri.
“Kita hanya bertugas melayani, tapi jika masyarakat yang kita layani tidak mau bagaimana, padahal jauh hari sudah kita informasi kan, satu min H pun juga tetap kita konfirmasi” ucap Satriadi.
“bahkan sampai kita berikan, sekolah yang menentukan jadwalnya” imbuhnya.
Sementara itu, dari banyaknya petugas yang turun, masih belum bisa juga di pastikan target akan tercapai dengan cepat dan tepat. Dan hingga hari ini, sebut dia, masih belum ada data realisi yang valid terkait hal tersebut.
Dan dengan sejumlah hambatan yang ada, yang ditemui di lapangan, baik di Desa-Desa maupun di Sekolah-Sekolah, pihaknya berharap agar adanya kerjasama yang baik oleh masyarakat, terlebih KTP, yang dibuatkan tidak sekedar dibutuhkan saat ini saja, namun dibutuhkan pula pada semua proses administrasi yang ada.
“Jika sakit, membuat BPJS, daftar kuliah, mencari kerja itu tetap dibutuhkan KTP, bukan hanya untuk sementara di pemilu-pemilu yang sementara itu, jadi tolong nantinya ada kerjasama yang baik” tutup Satriadi.
***002***











