06/Desember/2023
Laporan : LS
Kelompok Ternak Ayam Petelur Keluhkan Monopoli Dagang Dari Luar Lombok

Kelompok Ternak Ayam Petelur Keluhkan Monopoli Dagang Dari Luar Lombok.
Lombok Timur – Asianationnews | Menjelang kontestasi pilpres 2024 masih terjadi hal yang dianggap merugikan masyarakat, khususnya pengusaha hasil ternak, berupa telur ayam, dalam penyampaian dari Ketua kelompok peternak ayam petelur Al-Kautsar Kabupaten Lotim inisial LS kepada awak media (6/12/23), ada beberapa kendala antara lain yg belum bisa berusaha menyalurkan hasil prosuksi telur secara maksimal ke masyarakat, “Kami memilikki anggota yang tergabung dalam asosiasi/ kelompok Peternak ayam petelur Al-Kaustar adalah berjumlah 120 orang yang tersebar diwilayah Kab.Lotim mulai dari wilayah Kec. Sembalun sampai wilayah Kec.Jerowaru.
Ketua Kelompok Terrnak yang tidak ini sebutkan namanya menjelaskan lagi, Untuk pemasaran telur di wilayah Kabupaten Lombok Timur terkendala yang kami hadapi ialah tidak tersedia pasar untuk komunitas petelur lokal serta adanya monopoli dari wilayah Jawa dan Bali sehingga pasar kami diambil oleh orang luar. Berdasarkan penelusuran kami, ada banyak pengusaha telor dari Bali dan Jawa yang menjual hasil telurnya ke wilayah NTB melalui jalur tikus untuk menghindari pemeriksaan dari pihak yang berwenang. Karena adanya pelanggaran tersebut dan merugikan usaha kami yang notabene pengusaha lokal merasa sangat keberatan, sehingga bebebrapa waktu lalau kami melakukan aksi sweeping, dengan harapan pelanggaran dan penguasaan lahan oleh pengusaha luar bisa lebih terkontrol dan lebih tertib dalam pengaturan batasan telur yang masuk dari luar pulau lombok, dan mengutamakan pengusaha lokal dahulu.
Akan tetapi, upaya dan harapan kami sia-sia kami rasa, karena upaya sweeping yang kami lakukan di Kabupaten Lombok Timur waktu itu sampai saat ini belum ada solusi dari pemerintah daerah, dan kami menganggap pemerintah daerah tidak berdaya dalam mengupayakan sistem perizinan dan pengaturan pengiriman telur dari pulau Bali dan Jawa tersebut.
Adapun pemangku utama peredaran barang di NTB, yaitu Dinas perdagangan dianggap kurang tegas dalam mendukung program kelompok peternak ayam petelur yang ada di Lotim karna masih banyak mafia pasar yang membeli telur dari luar daerah yang jauh harganya lebih murah sehingga merugikan para peternak ayam petelur di wilayah Kab. Lotim.Kelompok kami selaku peternak ayam petelur Al-Kautsar sudah beberapa kali bersurat namun tidak pernah di tanggapi oleh pemerintah daerah.
Regulasi di NTB yang kami anggap masih lemah, sehingga telur dari luar daerah dengan bebas masuk secara ilegal ke wilayah Lombok khususnya, Apabila pihak pemerintah daerah tidak bisa menindak tegas telur yang masuk secara ilegal dari wilayah bali dan Jawa maka kelompok peternak ayam petelur akan berinisiatif sendiri untuk menindak tegas mereka dengan melakukan aksi sweeping yang lebih besar dengan sasaran pelabuhan/lokasi awal masuknya telur luar.
Kami Kelompok Ternak harapkan aturan regulasi keluar masuknya pengaturan telur dari luar daerah agar diatur dengan baik oleh Pemerintah Daerah agar tidak ada ketimpangan pemasaran telur pada kelompok peternak ayam petelur yang ada di wilayah Lotim kshususnya. Pada intinya, apabila aspirasi kami di dengarkan oleh pemerintah, kami akan berupaya memenuhi syarat dan ketentuan yg di atur dan wajibkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, karena hal tersebut juga membantu kami selaku pengusaha UMKM yg pastinya memilikki kontribusi penting dalam mendukung ketersediaan telur bagi masyarakat dan memajukan pengusaha lokal,apabila hal tersebut tercapai kami yakin situasi keamanan jelang pilpres 2024 akan terpelihara dengan baik karena perekonomian kami selaku peternak ayam petelur terjamin.











