02/12/2025
Laporan : ive
Desakan Kejati NTB Proses Kasus Korupsi DAK Dikbud 2024 Mulai Mencuat

Asianationnews Mataram | Akhir akhir ini cukup sebur gerakan-gerakan yang menjurus pada persoalan korupsi, kolisi, dan nepotisme yang terjadi di wilayah Nisa Tenggara Barat, salah satunya kasus dana siluman yang menjerat sejumlah anggota DPRD Provinsi. NTB, munculnya sejumlah elemen dari berbagai kalangan cukup menguji keberpihakan Aparat Penegak Hukum terutama Kejaksaan Tinggi NTB, di hadapan awak media M. Mahendra selaku kordinator Gerakan Rakyat Anti Korupsi Nusa Tenggara Barat (GERAK-NTB) (02/12/2025) memberkan persoalan yang menyangkut Kasus indikasi Korupsi DAK pada Dinas Dikbud NTB pada Tahun 2024, rencanya Akan melaporkan kasus dugaan korupsi tersebut pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat.
Dalam waktu yang sama di hadapan awak media Kasus ini diduga melibatkan beberapa Tokoh Politik dan Pengusaha juga pejabat di lingkup Pemprov NTB, termasuk potensi keterlibatan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB saat itu, H. Lalu Gita Ariyadi, dan juga PT Titik Temu Konsultan.
PT Titik Temu Konsultan dicurigai oleh publik sebagai tempat untuk mengumpulkan dana dari sejumlah kontraktor yang terkait dengan proyek DAK tersebut. Dugaan adanya bukti transfer dana miliaran rupiah ke rekening perusahaan tersebut sempat tersebar di media sosial.
Hingga kini, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat penegak hukum, dan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK )NTB akan melaporkan kasus ini ke Kejati NTB agar para pihak yang terlibat dipanggil untuk dimintai keterangan dan akan menyerahka bukti serta nama-nama serta peran terduga aktor yang terlibat dalam kasus ini dalam waktu dekat.
Agar pelaku koruptor di NTB di adili secepatnya.
Publik hari ini mempertanyakan perkembangan kasus ini karena dianggap berjalan lamban atau “masih menjadi misteri” GERAK NTB akan membantu mempermudah penyelidikan Kejati NTB agar kasus dugaan Korupsi DAK Dikbud NTB ini cepat terselesaikan.
***001***











