Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan [Foto RRI.co.id]
ASIANATIONNETWORK.com, Jakarta – Sindiran Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, viral di media sosial.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, sindiran tersebut tak perlu dinilai berlebihan. Hal itu dianggap sebagai candaan semata.
“Ah itu candaan saja. Mungkin Wakil Gubernur-nya kangen sama Sekda,” katanya, usai menghadiri Rapat Paripurna Hari Jadi Kota Cimahi di Gedung DPRD Kota Cimahi Jalan Dra. Djulaeha Karmita Kota Cimahi, Sabtu (21/6/2025), dikutip dari Pikiran Rakyat.
Erwan menyindir Herman yang dinilai jarang hadir dalam rapat paripurna maupun terlihat di kantor Gedung Sate Kota Bandung. Sindiran tersebut disampaikan Erwan saat membahas pandangan fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
KDM meluruskan, bahwa ketidakhadiran Herman pada paripurna tersebut didasari penugasan dari dirinya.
“Pada waktu kemarin tidak hadir paripurna itu saya lagi ada tugas. Kemudian di paripurna saya menugaskan Pak Wakil Gubernur. Ada Menko melihat bencana pergeseran tanah di Purwakarta, Saya harus tugasin siapa? Kalau Menko minimal harus didampingi Sekda sebagai bagian dari menghormati pemerintah pusat. Jadi bagi tugas,” kata KDM.
Bahkan, Dedi menyanjung kinerja Herman selaku Sekda Jabar. Herman, kata Dedi, bukan hanya seorang ASN yang bertugas di bidang administrasi, namun Herman juga dianggap piawai bekerja di lapangan.
“Sekda Jabar itu cerdas, pandai mengambil keputusan dan eksekutor. Biasanya Sekda administratif, tapi Sekda Jabar bukan hanya administratif tapi berani pasang badan maju ke depan,” ucapnya.
Dedi mencontohkan laporan yang disampaikan Herman pada Sabtu (21/6/2025) pagi.
“Misalnya tadi pagi telepon ke saya, Pak Gubernur ijin ini banyak sampah, ini monumen kotor. Saya tanya itu kewajiban siapa? Dia jawab kewajiban dia dan langsung dibersihkan sekarang,” tegasnya.
Menurut Dedi, hal itu selaras dengan latar belakang pendidikan Herman di IPDN pada jamannya.
“Kebanyakan sekda administratif, karena ini punya latar belakang pendidikan wajib militer di IPDN dulu dan pernah jadi Danramil. Jadi bahasanya petarung, itu gayanya. Memang bukan hanya administratif, tapi dia orang lapangan,” tandasnya, seperti dikutip dari Pikiran Rakyat, Minggu (22/6) malam.
[jgd/red]











