Laporan: Faisal
Zulfadli Dirikan LSM Bungon Lam Jaroe, Dedikasikan Diri Menjadi Corong Aspirasi Rakyat Aceh

KOTA LANGSA.ANN |13 Juni 2026 – Kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat Aceh mendorong Zulfadli, S.Sos.I., M.M. mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bungon Lam Jaroe. Lembaga ini lahir dari kegelisahannya melihat masih adanya kesenjangan antara melimpahnya kekayaan sumber daya alam Aceh dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang belum merata.
Menurut Zulfadli, Aceh memiliki potensi besar yang seharusnya menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Namun, dalam kenyataannya masih banyak warga yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari pelayanan publik, akses pembangunan, hingga persoalan ekonomi dan keadilan sosial.
Berangkat dari realitas tersebut, ia merasa perlu menghadirkan sebuah wadah yang mampu menampung suara rakyat, mengawal kepentingan masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi yang konstruktif antara warga dan pemerintah.
“LSM Bungon Lam Jaroe hadir sebagai rumah bagi aspirasi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa suara rakyat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat menjadi masukan yang diperjuangkan demi lahirnya kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik,” ujar Zulfadli.
Ia menegaskan bahwa Bungon Lam Jaroe tidak dibangun untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sebaliknya, lembaga ini didirikan atas dasar semangat pengabdian dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat Aceh.
Meski dirinya merupakan bagian dari pemerintahan, Zulfadli mengaku tidak dapat menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Sebagai anak bangsa, hati saya tergerak melihat masih banyak saudara-saudara kita yang belum merasakan kesejahteraan secara utuh. Aceh memiliki kekayaan yang luar biasa. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Zulfadli juga mengungkapkan bahwa semangat perjuangan yang diusungnya tidak terlepas dari nilai-nilai pengabdian yang diwariskan oleh para pendahulu Aceh.
“Saya masih memiliki hubungan darah dengan Pahlawan Nasional Teungku Chik Di Tiro. Nilai perjuangan, keberanian, dan pengabdian kepada rakyat menjadi prinsip yang selalu saya pegang. Saya tidak mencari keuntungan pribadi dan tidak pula ingin menjatuhkan siapa pun demi kepentingan tertentu. Bagi saya, marwah dan kehormatan jauh lebih berharga daripada materi,” tegasnya.
Ke depan, Bungon Lam Jaroe berkomitmen menjadi mitra kritis yang tetap mengedepankan solusi. Kritik yang disampaikan akan berlandaskan data, fakta, dan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan politik maupun kelompok tertentu.
Dengan semangat kebersamaan, Bungon Lam Jaroe berharap dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Aceh yang lebih adil, maju, dan sejahtera, sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Bagi Zulfadli, membela kepentingan rakyat bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan pengabdian yang harus dijalankan dengan kejujuran, keberanian, dan integritas.
“Jika suara rakyat didengar dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, maka pembangunan tidak hanya akan terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Zulfadli.
Catatan Redaksi: Tulisan ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Zulfadli selaku pendiri LSM Bungon Lam Jaroe. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait sesuai dengan prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.(Fsl)










