ASIANATIONNETWORK.com, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, menghadiri kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan instansi vertikal, serta mitra pembangunan lainnya.
Dalam pemaparannya, Plt. Kepala BPS Sulawesi Tengah, Imron Taufiq J. Musa, mengatakan pada bulan Juni 2025, inflasi month-to-month (m-to-m) tercatat sebesar 0,05 persen, sedangkan inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,47 persen dan year-to-date (y-to-d) sebesar 2,57 persen.
Lebih lanjut di jelaskan Imron, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi secara bulanan, dengan andil 0,10 persen. Beberapa komoditas yang mempengaruhi inflasi di bulan Juni 2025 antara lain beras, bawang merah, emas perhiasan, bayam, hand body lotion, jagung manis, dan sabun mandi.
Kedua, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya (andil 0,64 persen) didominasi oleh emas perhiasan, pasta gigi, dan hand body lotion.
Ketiga, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran (andil 0,25 persen) dengan komoditas utama seperti ikan goreng, nasi dengan lauk, dan kue kering berminyak.
Dijelaskannya, Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tengah pada Juni 2025 tercatat sebesar 115,21, turun 2,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini juga diikuti dengan turunnya Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sebesar 2,41 persen.
“ Adapun jumlah penumpang angkutan udara melalui bandara di Sulawesi Tengah selama Mei 2025 tercatat 92.051 orang, mengalami penurunan 15,32 persen dibandingkan April 2025. Sementara itu, penumpang angkutan laut tercatat melalui pelabuhan mencapai 13.335 orang,” terangnya.
Meski demikian kata Imron, sektor pariwisata mencatatkan kinerja positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Sulawesi Tengah mencapai 896,58 ribu perjalanan (naik 14,00 persen y-on-y), dan perjalanan wisnus masuk ke Sulawesi Tengah mencapai 914,26 ribu perjalanan (naik 12,25 persen y-on-y).
“Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang juga naik menjadi 48,97 persen, meningkat 4,51 persen dibandingkan April 2025. Jumlah tamu hotel bintang tercatat 22.389 orang, terdiri dari 22.280 tamu domestik dan 109 tamu mancanegara,” Ungkapnya.
Nilai ekspor Sulawesi Tengah pada Mei 2025 lanjutnya lagi, mencapai US$1.968,45 juta, naik US$8,45 juta dibanding Mei 2024. Komoditas ekspor utama adalah Besi dan Baja senilai US$1.104,69 juta atau 65,3 persen dari total ekspor, dengan negara tujuan terbesar adalah Tiongkok senilai US$771,33 juta (39,18 persen).
Sebaliknya, nilai impor tercatat sebesar US$863,07 juta, turun US$102,87 juta dibandingkan Mei 2024. Komoditas impor terbesar berasal dari Bahan Bakar Mineral senilai US$185,3 juta.
Secara tahunan (y-on-y), inflasi tertinggi disumbang oleh tiga kelompok utama yakni, pertama, Makanan, Minuman dan Tembakau (andil 1,12 persen) dengan komoditas dominan seperti ikan layang, kopi bubuk, dan minyak goreng. Papar Imron.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Rudi Dewanto menyampaikan apresiasi kepada BPS Provinsi Sulteng atas konsistensinya dalam menyajikan data statistik yang akurat dan komprehensif.
“Data BPS sangat strategis dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam merespon dinamika ekonomi dan sosial yang berkembang. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendorong sinergi data dan kebijakan demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Rudi.
Kegiatan ini menjadi wujud keterbukaan informasi publik dan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi statistik, guna memastikan arah pembangunan Sulawesi Tengah tetap berada pada jalur yang tepat.
[DT/Wies]











