Release: ALL
Ketua Front Mahasiswa Pemuda Anti Kekerasaan ( FOMAPAK) Mengecam Keras Tindakan Oknum TNI AL Diduga Membunuh Seorang Warga Aceh Utara.

Langsa.ANN |Perbuatan oleh oknum tersebut sangat biadap hartanya di ambil orangnya dibunuh sacara paksa bahkan mayatnya sengaja dibuang kehutan untuk menghilangkan jejak oleh pelaku.
Kejadian seperti ini mengingatkan kembali ketika Aceh masih di landa konflik dulu orang dibunuh dan mayatnya dibuang tanpa proses hukum bagi pelaku.
Prilaku oknum aparat seperti ini tidak dapat di tolerir karena aparat penegak hukum tugasnya melindungi dan mengayomi masyarakat ini justru yang lakukan oleh oknum TNI AL sebaliknya.
Kalau di tinjau dari perbuatan pelaku menghabiskan nyawa petugas kesehatan yang nyambi sebagai agen mobil tersebut dengan cara memasukkan mayatnya kedalam karung ini sangat kejam, apa lagi kejadian ini dilakukan di bulan suci Ramadhan.
Ketua II FOMAPAK dibidang Divisi Hukum dan HAM Nasruddin S.E, meminta kepada Panglima TNI agar menjerat pelaku dengan hukuman setimpal dimana dalam Pasal 340 KUHAP mengatur tentang pembunuhan berencana pelaku di ancam hukuman mati untuk memberi rasa keadilan bagi kelurga korban.
Selain itu Nasruddin juga meminta kepada DPR-RI, DPRA, Komnas HAM, dan lembaga terkait agar memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban di masa yang akan datang, karena kita khawatir ada tekanan dari pihak tertentu untuk meringankan hukuman bagi pelaku karena masyarakat sebagai elemen sipil tentunya berharap mendapatkan pengawalan khusus kasus ini secara bersama sampai tuntas. ” Ucap Nasruddin.
Bahkan yang lebih penting kedepan bagai mana nasib ketiga anak almarhum yang masih kecil kecil siapa yang akan membiayai kebutuhan hidup termasuk pendidikan dimasa yang akan datang, ini perlu dipikirkan agar kelurga yang di tinggalkan tidak menderita selamanya. ” Pungkas nya lagi.
Korban bernama Hasriani diduga dibunuh oleh oknum TNI AL dan membuang mayatnya ke dalam hutan pegunungan (Gunung Salak) Aceh Utara. Korban meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak yang masih kecil.(**)











