Laporan : Mahadir Muhammad
Opini : PT PGE dan Humas dari Luar, Luka di Hati Anak Daerah

Oleh: Rizal Fahmi, Ketua PWRI (Putra Daerah Lingkungan PT PGE)
Aceh Utara. ANN
Sebagai anak yang lahir dan besar di lingkungan PT Pema Global Energi (PGE), saya merasa terpukul mendengar informasi adanya keputusan perusahaan merekrut Kepala Humas dari luar Aceh. Ini bukan sekadar masalah pekerjaan, tapi soal harga diri dan harapan yang pupus.
Saya menyaksikan sendiri bagaimana PT PGE tumbuh dan berkembang. Dulu, kami berharap perusahaan ini akan menjadi lokomotif pembangunan dan memberikan kesempatan kerja bagi putra-putri Aceh. Namun, perekrutan humas dari luar daerah seolah menampar wajah kami.
Saya tidak meragukan kompetensi orang luar. Tapi, saya mempertanyakan: mengapa PT PGE tidak memberikan kesempatan kepada kami, anak daerah, untuk membuktikan diri? Apakah kami dianggap tidak mampu? Apakah kami tidak layak memegang posisi strategis di perusahaan yang beroperasi di tanah kami sendiri?
Seorang humas seharusnya menjadi jembatan antara perusahaan dan masyarakat. Bagaimana mungkin seorang yang tidak memahami budaya dan kearifan lokal Aceh bisa membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat? Jangan-jangan, humas dari luar daerah justru akan menjadi tembok pembatas antara PT PGE dan kami.
Saya bukan sedang menyuarakan sentimen kedaerahan. Saya hanya ingin keadilan. Saya ingin PT PGE memberikan kesempatan yang sama kepada putra-putri Aceh untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Saya berharap PT PGE dapat merenungkan kembali keputusan ini. Jangan sampai perusahaan ini justru menjadi sumber luka bagi masyarakat Aceh. Berikanlah kesempatan kepada kami untuk membuktikan bahwa kami mampu dan layak memegang amanah.
Sebagai Ketua PWRI (Persatuan Wartawan Republik Indonesia), saya akan terus mengawal isu ini. Saya akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh. Saya tidak akan berhenti sampai PT PGE menunjukkan komitmen yang nyata untuk memberdayakan putra-putri daerah.











